Gebrakan film Mongolia di Festival Film Cannes
Film perdana Zoljargal's Purevdash sukses di dalam dan luar Mongolia.

Global Voices Indonesia
Intinya
- Film perdana Zoljargal's Purevdash sukses di dalam dan luar Mongolia.
- Kru film di Festival Film Cannes.
- Film besutan sutradara asal Mongolia dengan judul If Only I Could Hibernate mencatat sejarah, dengan menjadi…
Film perdana Zoljargal's Purevdash sukses di dalam dan luar Mongolia.
Kru film di Festival Film Cannes.
Film besutan sutradara asal Mongolia dengan judul If Only I Could Hibernate mencatat sejarah, dengan menjadi film Mongolia pertama yang diputar dalam Festival Film Cannes .
Film ini menjadi salah satu yang terpilih dari sekitar 2.000 film dan kini berkesempatan untuk berkompetisi memenangkan penghargaan.
Film ini termasuk ke dalam bagian Un Certain Regard , yang menampilkan berbagai kisah asli dan beragam dari berbagai penjuru dunia.
If Only I Could Hibernate menampilkan kisah tentang lelaki Mongolia muda berusia 15 tahun bernama Ulzii, yang hidup di dalam ger ( yurt ), sebutan untuk distrik yang berada di pinggiran ibukota Mongolia, Ulaanbaatar.
Sumber dan bukti
Klaim material memiliki rentang bukti pada dokumen sumber. Hak teks dan media dicatat terpisah.
Artikel ini disusun dengan bantuan otomatisasi dan diperiksa sebelum terbit. Kirim koreksi melalui halaman Kontak.


